>>
anda sedang membaca...
dengan lawan jenis

Menghilangkan rasa kagum dan cinta kepada lawan jenis

As5alamualaikum? Sya mau brtanya. Gimana sih cranya menghilangkn rasa cinta/kagum kepada lawan jenis?sesung9uhny sya tkut sakit hati,krna sya ingn lebih baik dcintai dr pd mencintai?mksh ya. .tl0ng berikan sy saran yg trbaik. Maria Ulfah, kampus Rumah Gemilang Indonesia, Sawangan [+6283874358xxx]

Jawab:

Wa’alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.

Dik Ufah, rasa kagum dan cinta kepada lawan jenis adalah sebuah fitrah. Manusia memang memiliki naluri untuk melestarikan jenis (keturunan) yang penampakkannya adalah dengan rasa suka, rasa cinta, dan rasa sayang, termasuk kepada lawan jenisnya. Hal ini tidak bisa dihilangkan atau dimatikan. Tetapi masih bisa dikendalikan. Jika menyimak pertanyaan Dik Ulfah, sepertinya memiliki kekhawatiran akan sakit hati. Apalagi disebutkan lebih baik dicintai daripada mencintai. Sebenarnya sama saja, keduanya bisa berpotensi melukai hati. Ketika kita mencintai seseorang, sementara yang kita cintai itu berkhianat, kita sakit hati dan kecewa. Sama halnya jika kita dicintai oleh seseorang sementara orang tersebut tak sepenuhnya mencintai kita, bahkan sejatinya berselingkuh. Sakit hati dan kecewa juga suatu saat ketika kita mengetahui hal itu. Jadi, sebenarnya bukan memilih dicintai atau mencintai, tetapi yang penting adalah komitmen ketika kita saling mencintai. Dan, cinta yang benar harus dilandasi keimanan kepada Allah Swt. Ok? [GI] :: dimuat di buletin gaulislam edisi 189/tahun ke-4 | 6 Juni 2011

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Arsip

%d blogger menyukai ini: